AL QURAN BUKAN HANYA UNTUK UMAT ISLAM SAJA , TAPI UNTUK SELURUH ALAM ( semua yang di Langit dan Bumi)

Al Quran adalah petunjuk aturan (buku manual) kehidupan bagi manusia sebelum alam semesta ini diciptakan hingga nanti berakhirnya jaman (kiamat) dan petunjuk kehidupan setelah kiamat. Al Quran pula buku manual untuk mengenal siapa Tuhan Pencipta alam semesta, apa perintah dan larangan-NYA yg ditujukan untuk seluruh umat manusia dimuka bumi ini dari manusia pertama Adam hingga kiamat tiba. AL QURAN BUKAN HANYA UNTUK UMAT ISLAM SAJA TAPI UNTUK SELURUH ALAM ( semua yg di Langit dan Bumi) mengingat kitab Allah sebelumnya Taurat, Zabur dan Injil di selewengkan oleh kaum kafir.

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.(QS:AlFurqan/25:1)
Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Qur’an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
(QS:Ar-Rad/13:1)
Dan Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. (QS:Al-Qalam/68:52)
Hakekat dari Al Quran adalah untuk dipahami isi kandungannya dengan hati dan pikiran kita selain untuk diri kita sendiri kita wajib mengamalkannya untuk umat manusia. Namun bagi pemula ataupun yg baru belajar terlalu berat untuk menghapal beberapa surat apalagi surat panjang sementara total isi Al Quran 114 surat , 6236 ayat. Bagaimana kita akan memahami kalau kita kesulitan dalam masalah bahasa sementara bahasa itu kunci pembuka dunia. Namun karena Allah Maha Baik tanpa mengerti maksut dan isinya saja kita sudah dibimbing, misalkan kita menangis tanpa sengaja ketika kita membaca Al Quran padahal kita gak ngerti artinya apalagi kalau mengerti dengan jelas artinya..Subhanallah Maha baik Allah
Bahkan penghapal Quran (hafiz) sekalipun belum tentu semua hapal isi akan maksut kandungan Al-Quran. Lebih utama hapalkan dulu Terjemahnya (Indonesia) kecuali surat penting untuk shalat (cukup surat pendek karena harus bahasa arab) misalkan Surat Al Fatihah (wajib), Surat Al Ikhlas, Surat Anas, Surat Al-Alaq, Surat Al Kafirun. Karena membaca surat Al Ikhlas sama juga membaca sepertiga Al-Quran dalam sehari. Perintah untuk memahami dan menguasai isi kandungan Al Quran sudah dijelaskan dengan tegas dalam firman Allah sbg berikut :
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya”. (QS:Al-Qiyamah/75:16-19)
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS:Al-Muzzammil/73:20)
Islam itu jalan kebenaran atau agama yg mudah dan selalu memberi kemudahan bagi yg mau belajar, kenapa kita justru yg membuat sulit. Allah Maha Tahu akan segala sesuatu dilangit dan bumi termasuk di dalamnya hati setiap hamba-NYA. Dan segala sesuatu wajib dimulai dengan ikhlas dan tujuannya ibadah karena Allah, Innama a’malu bin niat (semuanya tergantung dari niat)
Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS:Ali-Imran/#3:29)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS:Al-Qamar/54:17)
Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.(QS:Ad-Dukhan/44:58)
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS:Al-Muzzammil/73:20)
Silahkan pahami dalil sunnah dibawah ini untuk penjelasan diatas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya akan membacakan kepada kalian (surat yang menyamai) sepertiga Al Qur`an.” Maka beliau pun membaca: “QUL HUWALLAHU AHAD.” Beliau membacanya hingga selesai. (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1346)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak sanggupkah salah seorang dari kalian membaca sepertiga Al Qur`an dalam semalam?” Mereka balik bertanya, “Bagaimana cara membaca sepertiganya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “‘QUL HUWALLAHU AHAD’ (surat Al Ikhlash) sama dengan sepertiga Al Qur`an.” (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1344)
dari Abu Hurairah bahwa dalam dua raka’at fajarnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat Al Kafirun dan Qul Huwallahu ahad (Surat al-ikhlash). (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1195)
Apabila bisa menguasai surat pendek yang dimaksut diatas silahkan mau dikembangkan surat berikutnya yg lebih panjang silahkan, namun lebih baik hapalkan Al-Quran sesuai bahasa yg mudah kita pahami dan lebih mengerti maksut dan isinya. Daripada hapal suratnya namun tidak mengerti masutnya. Padahal dalam Al Quran tersebut berisi petunjuk penting buat kita semua dimana kadang kita salah konsepnya.
Selama ini kita lebih mengedepankan Iqra (membaca) daripada memahami maksut isi dan kandungannya. Dahulu ketika Rasulullah SAW pertama kali menerima wahyu di gua Hira yaitu Surat Iqra dimana kalimat berbunyi “IQRA` BISMIKAL LADZII KHALAQ, KHALAQAL INSAANA MIN ‘ALAQ” (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah). Sementara Rasulullah SAW adalah buta huruf. Maksutnya dari kalimat tersebut membaca dengan hati dan pikiran dengan menyebut Tuhanmu Allah tentang Penciptaan Alam semesta agar engkau menemukan aturan pada petunjuk selanjutnya.(silahkan baca Gambaran sejarah turunnya Al Quran)
Menyadari segala keterbatasan waktu dan segalanya untuk mempelajari dari awal padahal Al-Quran itu lebih utama dipahami isi kandungannya dan terus diamalkan cara yg paling simple adalah membaca Terjemahannya daripada arabnya. Kita menguasai arabnya namun tidak memahami isi kandungannya ya maaf kata kurang sesuai apa yang diinginkan Rasulullah SAW. Yang terjadi dalam perkembangan Islam banyak yang kurang memahami maksut tujuan Al Quran diturunkan sementara kita dituntut wajib pula memahami As Sunnah yang berisi tentang ucapan, tindakan, anjuran, aturan etika dan norma dalam keseharian dari sumber tauladan ajaran Islam Rasululullah SAW.
Rasulullah SAW begitu baik hati memahami umatnya yg suatu saat umatnya akan tersebar diseluruh dunia. Beliau menjelaskan bahwa Al Quran diturunkan dalam tujuh huruf/bahasa. Maksut sempitnya adalah qiraat untuk seluruh bangsa-bangsa seluruh jazirah arab saat itu, sementara arti luasnya kita dipesilahkann memahami dgn bahasa paling mudah yaitu bahasa Indonesia sesuai budaya dan kultur kita. Rasulullah SAW memahami akan kesulitan yg dihadapi umat-umatnya kelak jauh sebelum peradaban ini terbentuk. Subhanallah …”Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad kama shalaita ‘ala ibrahim wa ‘ala aali ibrahim innaka hamidum madjid”.
Silahkan pahami dalil/petunjuk yang menjelaskan dan menguatkan maksut diatas
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di kolam air Bani Ghifar. Kemudian beliau didatangi Jibril ‘Alaihis salam seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk membacakan Al Qur`an kepada umatmu dengan satu huruf (lahjah bacaan).” Beliau pun bersabda: “Saya memohon kasih sayang dan ampunan-Nya, sesungguhnya umatku tidak akan mampu akan hal itu.” kemudian Jibril datang untuk kedua kalinya dan berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk membacakan Al Qur`an kepada umatmu dengan dua huruf.” Beliau pun bersabda: “Saya memohon kasih sayang dan ampunan-Nya, sesungguhnya umatku tidak akan mampu akan hal itu.” Lalu Jibril mendatanginya untuk ketiga kalinya seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk membacakan Al Qur`an kepada umatmu dengan tiga huruf.” Beliau bersabda “Saya memohon kasih sayang dan ampunan-Nya, sesungguhnya umatku tidak akan mampu akan hal itu.” Kemudian Jibril datang untuk yang keempat kalinya dan berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk membacakan Al Qur`an kepada umatmu dengan tujuh huruf. Dengan huruf yang manapun yang mereka gunakan untuk membaca, maka bacaan mereka benar.” (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1357)
Umar bin Al Khaththab berkata; Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat Al Furqan, tidak seperti bacaan (qiraat) yang pernah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bacakan kepadaku. Karena itu hampir saja aku bertindak kasar terhadapnya. Tetapi kubiarkan saja dia hingga pergi. Namun kupegang bajunya, lalu kubawa dia ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ujarku, “Wahai Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqan tidak seperti yang Anda bacakan kepadaku, bagaimana ini?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Lepaskanlah ia, suruh ia membacanya kembali.” Lalu Hisyam membacakan kembali seperti yang dibacanya tadi. Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Memang seperti inilah ia diturunkan.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku pula untuk membaca. Lalu kubaca seperti bacaan yang biasa kubaca. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya, ayat itu memang diturunkan seperti itu. Sesungguhnya Al Qur`an itu diturunkan dengan tujuh huruf (tujuh dialek bahasa). Karena itu, bacalah dengan huruf yang mudah bagi kalian.” (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1354)
dari Ubay bin Ka’ab ia berkata; Suatu ketika saya sedang berada di dalam Masjid, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dan shalat. Lalu ia membaca (Al Qur`an) dengan dengan qiraah (bacaan) yang saya ingkari. Kemudian datanglah seorang laki-laki lain dan membaca (Al Qur`an) dengan qiraah yang lain lagi. Usai menunaikan shalat, kami semua menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ujarku, “Sesungguhnya orang ini membaca (Al Qur`an) dengan qiraah yang saya ingkari. kemudian datanglah laki-laki lain lalu ia membaca (Al Qur`an) dengan qiraah yang lain lagi.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun memerintahkan keduanya untuk mengulangi bacaannya masing-masing, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkannya. Setelah itu, hilanglah prasangka dusta di dalam hatiku dan juga perasaan saat aku masih jahiliyah dulu. Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang telah menimpaku, beliau menepuk-nepuk dadaku, dan terbukalah bagiku suatu pengetahuan yang seakan-akan aku melihat Allah dengan penuh ketakutan. Kemudian beliau bersabda: “Wahai Ubay, (Jibril) telah diutus kepadaku agar aku membaca Al Qur`an dengan satu huruf (lahjah bacaan) saja, maka saya pun terus mendesaknya agar memberikan keringanan atas umatku. Maka ia pun kembali kepadaku agar aku membacanya dengan dua huruf. Aku masih terus mendesaknya lagi agar memberikan keringanan atas umatku. Maka ia pun kembali lagi (dan memberikan keringanan) agar aku membacanya dengan tujuh huruf. Jibril berkata, ‘Begitulah setiap kamu kembali, kuperkenankan permintaanmu.’ Maka aku pun berdo’a: ‘ALLAHUMMAGHFIR LI UMMATII (Ya Allah ampunilah umatku).’ Dan saya mengakhirkan yang ketiga untuk suatu hari, dimana seluruh makhluk mengharap padaku, hingga Ibrahim shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR.Muslim|Shahih|Kitab:Shalatnya para Mushafir dan penjelasan tentang Qashar|No:1356)
Segala kemudahan Allah berikan agar semua itu tertarik dan mau membaca (dalam arti memahami) isi kandungan Al Quran. Bagi orang arab membaca tentu bisa memahami namun bagi orang di luar arab membaca belum tentu memahami. Makanya kita hidupkan dengan segala cara untuk memudahkan kita semua memahami isi kandungannya yaitu dengan terjemahnya.
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (QS:Maryam/19:97)
………….maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS:Al-Muzzammil/73:20)
Bahkan pada surat Al-Qamar Allah mengulang dengan kalimat sama hingga 4x agar kelak manusia diseluruh bumi ini paham isi yg diperintahkan Allah yg tetuang dalam Al Quran dan tidak perlu khawatir bagi yg tidak bisa baca huruf arab sekalipun
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS:Al-Qamar/54:17)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS:Al-Qamar/54:22)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS:Al-Qamar/54:32)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS:Al-Qamar/54:40)
Setelah kita memahami segala petunjuk dari sunnah diatas marilah kita berpikir yang simple jangan justru terkurung dengn hal yg menyulitkan kita sendiri. Kita kembali pada aturan dasar Al-Quran dan As Sunnah. Allah memberi kita keleluasaan memahami berkreasi dari segala yg dihamparkan dialam semesta asal jangan melenceng jauh yg sudah di tetapkan. Islam punya atruran dasar yaitu Al Quran dan Sunnah.
Karena Islam adalah agama yg mudah dan memberi kemudahan bagi siapapun yg ingin belajar. Alhamdulillah kita sebagai hamba Allah ingin berbagi wadah buat belajar bersama mengurai luasnya ilmu Allah yg maha luas yg tdk berawal dan tidak bertepi.